Resensi Film Hours (2013)

MV5BMTQ2NzA4NzM2N15BMl5BanBnXkFtZTgwOTkxMTA1MDE@._V1_SX214_

Setelah memilah-milih film di warnet langganan saya, dapatlah saya film berjudul Hours yang dibintangi Paul Walker untuk dijadikan tugas kuliah resensi film. Saya tertarik dengan film ini karena bisa dikatakan bahwa ini adalah film terakhir Paul Walker sebelum ia mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Dan dengan bantuan google, saya mendapat informasi mengenai tanggal rilisnya yaitu pada tanggal 4 Desember 2013 dengan produser Peter  Shafran, sutradara dan penulis naskahnya yaitu Eric Heisserer.  Selain Paul Walker film ini juga dibintangi oleh beberapa artis yaitu Genesis Rodriguez, Jodd Lormand, Kerry Cahill, Nick Gomez, Shane Jacobsen, dan lain sebagainya.

 Nolan (Paul Walker) dan Abigail (Genesis Rodriguez) adalah sepasang suami istri baru akan memiliki anak hingga saat hari yang ditunggu pun tiba, yakni Abigail akan melahirkan. Nolan pun membawa istrinya ke sebuah rumah sakit di New Orleans dan pada saat yang bersamaan cuaca  benar-benar buruk diterjang badai Katrina.

Bayi yang dilahirkan selamat namun Abigail tak bisa diselamatkan karena banyak mengeluarkan darah saat melahirkan. Tak seperti bayi normal yang ketika dilahirkan menangis, anak Nolan tidak menangis dan mengharuskan dokter memasukkannya ke dalam Ventilator yaitu sebuah tabung khusus selama 48 jam sampai bayi tersebut bisa menangis. Namun tiba-tiba aliran listrik di rumah sakit padam akibat badai Katrina, di luar pun angin ribut dimana-mana dan tak sedikit bagian bangunan rumah sakit runtuh sehingga seluruh pasien di rumah sakit harus segera di evakuasi. Namun Nolan tak bisa berbuat apa-apa, ia harus tetap menjaga anaknya yang hidup bergantung Ventilator tersebut sampai keadaanya stabil. Hingga akhirnya di rumah sakit tinggal dirinya seorang beserta bayinya. Tanpa listrik, tabung khusus yang menghidupi anaknya tidak akan bisa berfungsi. Dan di sinilah Nolan akan diuji usahanya sebagai ayah baru dalam menyelamatkan anaknya. Tanpa seorang dokter dan juga suster, Nolan berusaha mencari baterai yang bisa dijadikan pengganti listrik. Nolan menemukannya namun setiap 3 menit sekali Nolan harus mengayuh mesin baterai dengan tangannya sampai akhirnya ketahanan baterai ini berkurang menjadi 2 bahkan hingga 1 menit.  Nolan harus terus berpacu dengan waktu.

Perjuanganya sebagai ayah tak diuji hanya sampai di sini, infus anaknya habis dan mengharuskan Nolan untuk mencari persedian infus lainnya dengan menggunakan senter. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan salah satu suster yang menjadi harapan terakhirnya untuk memberitahukan tim penolong ada dia dan bayinya yang harus diselamatkan. Nolan terus berusaha untuk mencari mesin baterai yang bisa memberikan ketahanan waktu yang banyak. Namun ia kesulitan karena lantai bawah rumah sakit sudah terendam banjir. Walaupun begitu Nolan tetap nekat untuk mencari mesin baterai hingga akhirnya ia menemukannya lalu mengutak-atik mesin tersebut namun sayang ada masalah pada mesinnya yang memunculkan percikan api hingga membuat Nolan tersungkur lemah. Sungguh sangat sulit perjuangannya sebagai ayah. Dengan tubuh yang lemah itu ia kembali ke kamar bayi dan menemukan penjarah dan terjadi sedikit ketibutan. Selain itu ia juga menemukan suster yang menjadi harapannya sudah mati terbunuh hingga akhirnya ia pasrah dan terus berusaha menyalakan mesin baterai yang sudah tinggal 1 menit ketahanannya. Nolan dengan badannya yang sangat lemah akhirnya jatuh pingsan. Namun pada akhirnya ia dan bayinya terselamatkan oleh tim medis.

Ulasan di atas adalah jalan cerita dari film bergenre drama Hours. Sebenarnya menurut saya film ini tidak begitu menarik karena jalan cerita yang monoton. Setting tempat kebanyakan mengambil gambar di rumah sakit dan terkesan sepi tidak hidup. Namun Paul Walker dengan kemampua aktingnya bisa menghidupkan film ini walaupun tak sebagus aktingnya saat ia membintangi film action seperti fust furious. Paul Walker adalah seorang actor Hollywood yang bisa dibilang memiliki kemampuan akting yang luar biasa. Kita bisa melihatnya di film bergenre laga Fust and Furious  satu sampai dengan enam. Sayangnya sebelum ia sempat menyelesaikan film yang ketujuh, kecelakaan maut menerjang nyawanya.

Film Hours ini sedikit menceritakan kejadian badai Katrina yang menerjang New Orleans  tahun 2005 silam. Dimana aliran listrik hampir seluruh kota ini padam, angin ribut dimana-mana dan juga banjir besar serta masalah-masalah lainnya yang membuat kota ini kacau. Tak sedikit orang yang egois untuk bisa bertahan hidup dan mengorbankan orang-orang lainnya bahkan banyak yang mencuri persediaan obat di rumah sakit yang ditinggal penghuninya untuk keuntungan sendiri.

Film ini cukup memberi pelajaran khususnya bagi para pria yang pasti akan menjadi ayah bahwa perjuangan seorang ayah tanpa istri akan sangat sulit namun bukan berarti seorang ayah bisa menelantarkan anaknya begitu saja melainkan tetap harus merawat dengan baik apapun yang terjadi dan dalam kondisi bagaimanapun.

Iklan

Tentang dhiepie

Seorang Mahasiswa yang terus berjuang untuk lulus...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s